Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2016

Kosong

"Seharusnya ego kita berada pada keinginan untuk saling berinteraksi lebih jauh lagi bukan pada keinginan untuk saling memiliki." Terhenti, berhenti sejauh-jauhnya. Memilih untuk, mengikuti arus dan tenggelam. Kalau ini abstrak maka coba cerna dengan pena tanpa tinta. Kalau ini tak bisa terbaca maka coba pakai kacamata. Aku buta tapi tak pernah berhenti menutup panca indra lainnya untuk mendengar. Memahami sajak-sajak, lirik, jauh-dekat pada setiap ingatan yang tersimpan.

Frekuensi Rindu

Sayang, frekuensi rindu datangnya tak selalu tepat waktu, tak selalu dalam keadaan yang benar maupun sama. Kadang ada yang sambil memandang hujan lalu teringat teman masa kecil. Ada juga yang sedang menatap layar sambil mengingat memori masa SMA. Tapi, ada juga yang sedang menikmati secangkir kopi sambil teringat cerita yang baru saja di lontarkan kemarin. Bukankah memang begitu? Jika alam mengirim gelombang kerinduan yang sama dan diterima oleh teman-teman, betapa segalanya akan menjadi begitu menggembirakan? Tapi, kemudian aku sadar kembali bahwa teman datang silih berganti, keadaan perlahan mulai berubah dan pertemanan kadang tidak dapat dipaksakan. Gelombang rindu memang begini, ada yang disambut hangat, ada pula yang di diamkan beku karena waktu yang tak sejalan, suasana yang berbeda dan karena jarak yang tak berdekatan. Jika memang sudah bukan saatnya lagi tertawa bersama teman-temanmu maka ikhlaskanlah, mungkin masanya memang telah habis. Mungkin akan ada pegganti lainny...