Kembali pada 12, dimana semua hal bermula. Jariku selalu rajin mengetik angka 12. Mengingat dan menuliskannya tak pernah lupa dari perhatianku. Sepertinya 12 berhasil mencuri perhatianku yang paling dalam. Dua belas, dimana angka menjelma menjadi tahun yang selalu kuingat. Apa pikiranku beku pada kata dua belas di akhir penulisan dua ribu? Selalu, selalu begitu. Mugkin aku menua atau menjelma pada waktu yang lain saat dua belas diciptakan, sehingga aku membeku pada wujud sembilan belas. Dasar 12, ada saja maunya. Ini sudah 2016 bukan 2012 lagi, beku sekali. Mungkin, ia tahun yang teramat berarti hingga aku tak mampu lupa.