Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

Langkahkan Kaki

"Aku percaya bahwa denganmu, aku akan menjadi lebih kuat." "Aku percaya jika denganmu, aku bisa melangkah lebih jauh." "Aku percaya jika bersamamu akan ada banyak senyum tanpa alasan yang tak ku buat-buat." "Aku percaya jika denganmu, aku sanggup bersimpuh pada Sang Maha lebih sering lagi." "Aku hanya percaya jika kita akan saling menguatkan." "Jangan jauh, jangan pergi, jangan berhenti, mari langkahkan kaki."

"hanya kau yang tau"

Untuk apa memahami kerinduanmu yang kau sendiri tak paham apa artinya rindu. Untuk apa perlu mencari tempat berpulang, jika pulang sesungguhnya menuju rumah. Menuju tempat dimana kita pernah tinggal dan meninggalkan. Jika tak pernah sepetakpun kau langkahkan kaki menuju kampung halaman, harusnya tak kau sebut ia rumah dan kampung halaman. Jika kampung halaman seharusnya memiliki kenangan, kenapa tidak kita menuju kenangan yang paling pribadi saja hingga dapat kita sebut sebagai 'pulang ke kampung halaman'. Karena pada berpulang, hanya kau yang tahu harus berapa lama lagi aku menunggu, hanya kau yang tahu kapan kau akan datang. Sedang menunggu bagiku adalah berbagi waktu. lima menit, tigapuluh menit, tigapuluh hari, satu tahun, sepuluh tahun, lima belas tahun, hanya kau yang tahu berapa lama lagi aku harus menunggu.

Cerita Perempuan 2

Mungkin nanti aku yang akan tersenyum sekaligus menangis melepaskan kepergianmu. Bukankah kehidupan memang begitu? 'people come and go in our life' tapi hanya akan ada beberapa yang membekas dan meninggalkan jejak berarti dalam hidupmu. Entah itu manis, pahit, bahagia, canda, tawa bahkan tangis. Mungkin nanti aku yang akan paling menunggu saat pintu kamarku terbuka lebar tapi kau tak datang untuk berbagi cerita, buku yang kau baca - buku yang kubaca. Lalu kita tertawa menertawakan kebodohan kita atas 'judging people by appearance' padahal kita saling tau jika, kita pun tak sempurna. Diskusi dari buku sampai ke batu kita bahas sampai habis. Kita pikir tak ada orang sehina ini diluar sana untuk menertawakan kebodohan kita sendiri. Menertawan mimpi kita untuk terwujud - tidak terwujud. Menyalahkan diri sendiri jika kita tak bergerak untuk melakukan sesuatu. Mungkin nanti tak akan ada bunga yang bisa aku pinjam lagi, tak ada lukisan yang akan ku cerca lagi, tak ada...

Routine

Apakah rutinitas adalah hal yang patut untuk di kutuki dan dicaci-maki oleh banyak orang?  Beberapa orang menganggap bahwa rutinitas adalah hal yang membosankan, tidak seru. Iya, kurang lebih memang begitu. Mengerjakan hal yang sama berulang-ulang, tidak menantang. Tapi, apakah benar-benar begitu?  Bagi beberapa yang percaya bahwa, pada setiap hari yang baru akan ada perjalanan yang baru pula untuk dinikmati dan dihargai. Rutinitas bukanlah sebuah masalah. Bahkan setiap orang yang sama yang kita temui setiap hari, sebenarnya juga telah berubah. Suasana hatinya, pakaiannya, ekspresinya, tidak semuanya, beberapa saja, tapi bukankah perubahan juga merupakan suasana yang baru? Ya, meskipun perubahan tak dapat terlihat satu dua kali. Dalam bentuk grafis-pun perubahan sedikit demi sedikit tak akan terlihat. Setelah satu dua bulan - satu dua tahun barulah perubahan yang signifikan dapat dinilai.  Balik lagi ke 'routine'. Bagiku rutinitas juga merupakan sebuah pengua...

Jadi Bagaimana?

Apa masalah hati harus menggunakan logika pilih memilih? Berkali-kali nasehat sampai ke telinga, mungkin ia tak masuk sampai hati dan logika. "Dari semua ceritamu yang bisa aku simpulkan, sudah, kamu diam saja dulu. Begitu saja, tak usah memulai dan mengakhiri apapun sampai nanti yang kau tunggu datang memintamu dengan penuh kesungguhan," aku lanjutkan "kenapa dia? bukan dia?" Memangnya kau bisa mengatur hatimu seenak kau memilih baju? Baju? Pakaian? Kau lupakah, bahwa pasanganmu adalah pakain bagimu, yang harus mampu menutupi semua kekuranganmu, membuatmu terlihat lebih baik di hadapan orang lain. Begitu? Lupakah kau pada nasehat, bukan sejak tanggung jawab telah dilimpahkan, lalu kau ingin memiliki penerus yang shalih-shalihat, namun sejak memilih malaikatnya lah segala takdir akan di tentukan. Jadi bagaimana? Kenapa bukan dia? Masih saja kau tanyakan tentang dia yang aku sendiri bahkan tak pernah tau namanya dengan pasti. Jadi bagaimana? Entahlah, aku...