Untuk apa memahami kerinduanmu yang kau sendiri tak paham apa artinya rindu.
Untuk apa perlu mencari tempat berpulang, jika pulang sesungguhnya menuju rumah. Menuju tempat dimana kita pernah tinggal dan meninggalkan. Jika tak pernah sepetakpun kau langkahkan kaki menuju kampung halaman, harusnya tak kau sebut ia rumah dan kampung halaman. Jika kampung halaman seharusnya memiliki kenangan, kenapa tidak kita menuju kenangan yang paling pribadi saja hingga dapat kita sebut sebagai 'pulang ke kampung halaman'.
Karena pada berpulang, hanya kau yang tahu harus berapa lama lagi aku menunggu, hanya kau yang tahu kapan kau akan datang. Sedang menunggu bagiku adalah berbagi waktu. lima menit, tigapuluh menit, tigapuluh hari, satu tahun, sepuluh tahun, lima belas tahun, hanya kau yang tahu berapa lama lagi aku harus menunggu.
Komentar
Posting Komentar