Coba ceritakan padaku, bagaimana caramu menilai seseorang? Bagaimana bisa kau menilai secara objektif pabila kau hanya menilai melalui indra penglihatan. Tapi bukankah, hati juga ikut merasa ketika pertama kali mata memandang. Bagaimana bisa, otak lalu menerjemahkan dari perasaan bahwa "aku tak suka orang ini, tidak sedikitpun" Lalu kau menjauh perlahan, "untuk lebih berhati-hati" katamu. Kutanyakan lagi padamu, manusia mana yang rela hatinya terlukai? Tiada, tidak ada barang satupun. Tapi, bagaimana bisa kau tak juga belajar arti luka itu sendiri. "Untuk apa?" Katamu. Untuk memahami, bahwa luka itu memang ada disamping tawa. "Bagaimana bisa?" Kau tidak ingat kalau hukum alam bekerja dengan baik? Tuhan-pun memberi makna pada setiap duka dan luka, untuk kita belajar mengerti cara berlaku yang benar dan tidak saling menyakiti. Kuulangi lagi pertanyaanku, bagaimana bisa kau menilai jika hanya, keindahan luar tuk puaskan mata tanpa me...