Langsung ke konten utama

Coba Kau Ceritakan Padaku, Sedikit Saja :)

Coba ceritakan padaku, bagaimana caramu menilai seseorang?

Bagaimana bisa kau menilai secara objektif pabila kau hanya menilai melalui indra penglihatan.
Tapi bukankah, hati juga ikut merasa ketika pertama kali mata memandang.
Bagaimana bisa, otak lalu menerjemahkan dari perasaan bahwa "aku tak suka orang ini, tidak sedikitpun"
Lalu kau menjauh perlahan, "untuk lebih berhati-hati" katamu.

Kutanyakan lagi padamu, manusia mana yang rela hatinya terlukai?
Tiada, tidak ada barang satupun.
Tapi, bagaimana bisa kau tak juga belajar arti luka itu sendiri.
"Untuk apa?" Katamu.
Untuk memahami, bahwa luka itu memang ada disamping tawa.
"Bagaimana bisa?"
Kau tidak ingat kalau hukum alam bekerja dengan baik?
Tuhan-pun memberi makna pada setiap duka dan luka, untuk kita belajar mengerti cara berlaku yang benar dan tidak saling menyakiti.

Kuulangi lagi pertanyaanku, bagaimana bisa kau menilai jika hanya, keindahan luar tuk puaskan mata tanpa melihat kejujuran di dalamnya?

Kutanyakan lagi padamu, pernahkah kau mendengar sebelum menilai?
Pernahkah kau rasa sebelum memahami?
dan pernahkah kau tau tujuan dari kaki melangkah?

Tidak ?
Benar, tidak?
Memang kau hanya tau tentang dirimu, tentang mimpimu saja.
Bukan tentang kita dan mereka semua beserta keindahan yang melingkupinya.

Mungkin akan lebih baik jika kita membuka sebenar-benarnya mata, melihat segalanya lebih dekat.
Memahaminya, dan menemukan arti kejujuran yang tersimpan rapi didalamnya :)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Routine

Apakah rutinitas adalah hal yang patut untuk di kutuki dan dicaci-maki oleh banyak orang?  Beberapa orang menganggap bahwa rutinitas adalah hal yang membosankan, tidak seru. Iya, kurang lebih memang begitu. Mengerjakan hal yang sama berulang-ulang, tidak menantang. Tapi, apakah benar-benar begitu?  Bagi beberapa yang percaya bahwa, pada setiap hari yang baru akan ada perjalanan yang baru pula untuk dinikmati dan dihargai. Rutinitas bukanlah sebuah masalah. Bahkan setiap orang yang sama yang kita temui setiap hari, sebenarnya juga telah berubah. Suasana hatinya, pakaiannya, ekspresinya, tidak semuanya, beberapa saja, tapi bukankah perubahan juga merupakan suasana yang baru? Ya, meskipun perubahan tak dapat terlihat satu dua kali. Dalam bentuk grafis-pun perubahan sedikit demi sedikit tak akan terlihat. Setelah satu dua bulan - satu dua tahun barulah perubahan yang signifikan dapat dinilai.  Balik lagi ke 'routine'. Bagiku rutinitas juga merupakan sebuah pengua...

Berkunjung

Namanya juga berkunjung, hal yang kulakukan berkala, kala rindu dan kala ingin datang.  Tempat ini adalah salah satu tempat yang kita sepakati bersama selang beberapa hari kita berkenalan, ternyata kau juga suka menyepi disana dengan maupun tanpa kawan. Hey, aku juga suka, lalu kita sepakati jika kita akan sering-sering berkunjung kesana. Selang waktu berlalu dan seiring perubahan yang terjadi padanya, aku masih suka berkunjung kemari, dengan kawan maupun sendirian, sekedar melepas panat dan melihat keramaian. Aku masih suka kemari, bangku-bangku ini menjadi saksi pada sudut padang kenanganku dan kenanganmu. Aku masih ingat, di ujung sana pertama kalinya kita mencocokan karya yang paling kita suka, lalu di ujung sebelah sana dekat pintu keluar, adalah kenanganku sendiri akan sebuah pesan yang kau sematkan. Aku masih suka berkunjung kemari, sekedar menghirup aroma teh hijau atau memesan coklat panas. Sambil memeperhatikan orang-orang yang lalu lalang, ku abadikan send...

Cerita Perempuan 2

Mungkin nanti aku yang akan tersenyum sekaligus menangis melepaskan kepergianmu. Bukankah kehidupan memang begitu? 'people come and go in our life' tapi hanya akan ada beberapa yang membekas dan meninggalkan jejak berarti dalam hidupmu. Entah itu manis, pahit, bahagia, canda, tawa bahkan tangis. Mungkin nanti aku yang akan paling menunggu saat pintu kamarku terbuka lebar tapi kau tak datang untuk berbagi cerita, buku yang kau baca - buku yang kubaca. Lalu kita tertawa menertawakan kebodohan kita atas 'judging people by appearance' padahal kita saling tau jika, kita pun tak sempurna. Diskusi dari buku sampai ke batu kita bahas sampai habis. Kita pikir tak ada orang sehina ini diluar sana untuk menertawakan kebodohan kita sendiri. Menertawan mimpi kita untuk terwujud - tidak terwujud. Menyalahkan diri sendiri jika kita tak bergerak untuk melakukan sesuatu. Mungkin nanti tak akan ada bunga yang bisa aku pinjam lagi, tak ada lukisan yang akan ku cerca lagi, tak ada...