Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2017

Lembar Catatan

Aku selalu bertanya-tanya, apa yang akan terjadi jika aku mengenalmu lebih dekat 3 tahun lalu atau 3 tahun yang akan datang. Lalu pikiranku berputar pada catatan-catatan harianku, ahh untung sering ku catat apa yang terjadi pada diriku tentang kemarin, sayang catatanku tak banyak menuliskan masa depan, tapi aku tak perlu khawatir, toh jalan masa depan telah menjadi takdir. Semuanya sama, seperti ketika ku buka catatan-catatan hari kemarin, yang membuatku tertawa, bertanya, lalu tertawa-tawa lagi. Ternyata, tak ada yang perlu di khawatirkan, toh, yang kemarin terjadi tidak membuatku 'mati', tak membuatku 'sakit hati'. Halah, masalah perasaan lagi, terlalu perasa -- bukan, ini hanya terlalu ingin menggambarkannya. Setelah begitu banyak hal yang tak perlu di khawatirkan, ternyata membaca catatan kemarin membuatku mampu kembali menengok dan mengingat apa yang seharusnya ku cari, apa yang seharusnya ku temukan. Tenang saja, menjadi diri sendiri selalu lebih menyenangkan....

Doa

Pada doa dan malam-malamku yang panjang, selalu ku minta kau hadir pada saat yang paling tepat, pada saat bulan sedang tinggi-tingginya dan pada saat malam sedang terang-terangnya. Pada setiap malam yang sunyi, selalu kau minta yang paling tepat untukku dan untukmu yang paling menjadi rahasia dalam naskah Tuhan Yang Agung Lalu, ku selipkan doa "Tuhan, jagalah ia sebagaimana kau menjagaku." "Tuhan, cukupkanlah iman di hatinya agar kami selalu dapat menyatu dalam jalan menuju-Mu" "Tuhan, apakah ia cukup baik untukku, untuk keluargaku dan untuk anak-anakku nanti?" "Tuhan, jika kebaikanku tak cukup untuk menebus apa yang ku pinta, maka kabulkanlah doa orang tuaku yang penuh harap padamu, yang dengan sepenuh cinta mereka meminta." Lalu kututup pintaku, ku tutup dengan sebuah harapan agar esok kakiku selalu lebih ringan melangkah dalam ketentuan-Nya.