Kawan, kapan
terakhir kali kau pegang koran karena membutuhkan informasi yang ada di
dalamnya? Kapan terakhir kali kau membeli koran karena peduli dengan sesama?
Tak dipungkiri kecepatan dan kemudahan mengakses informasi yang ada dalam
genggaman kadang membuat kita lupa pada sisi kemanusiaan. Siapa peduli dengan
cara lama yang kini mulai ditinggalkan. Nyatanya setiap detik informasi yang
kita inginkan bisa kita akses dengan mudahnya. Ingin kutanyakan, berapa persen
dari kita yang peduli dengan membuka lembaran demi lembaran ? Bukankah kemudahan telah ada dalam genggaman?
Kawan, ini bukan
tentang lembaran demi lembaran koran maupun isi berita yang ada di dalamnya
tapi tentang nurani kita yang bicara. Belilah meski kau tak membutuhkannya,
nyatanya ia bukan pengemis jalanan. Masih mencari rejeki halal dan rela berpanas-panasan
dibawah terik matahari dan asap jalanan, kemana nurani? Ia begitu kecil dan
legam bahkan berdiripun tak mampu lagi ia lakukan, kemanakah hati?
Sungguh akupun
sebenarnya demikian, lembar demi lembar kadang tak habis kubaca – informasi
yang ingin kudapatkan setiap detik bisa ku ejakan. Tapi bisakah aku - juga peduli
pada mereka yang ada dijalanan?
Belilah meski kau
tak membutuhkan. Rejekimu tak akan berkurang dalam jalan kebaikan, bila kau
mampu - berikan lebih bagi mereka yang mau berusaha demi mendapatkan sesuap
nasi. Bicara tentang sesuap nasi mungkin kau juga belum makan hari ini karena
retetan jadwal dan padatnya acara membuatmu tak sempat menyentuh makanan. Tapi
coba bayangkan mereka yang tak sama, waktu mereka penuh perjuangan demi mengisi
kekosongan. Dari pagi hingga pagi lagi rupiah demi rupiah dikumpulkan demi
menyambung kehidupan. Semoga kau dan aku akan mampu untuk lebih menghargai
kehidupan dan kesyukuran bahwa sebenarnya Tuhan selalu ada memeluk kita dalam
cinta-Nya. Ahhh yaaa..
.
Jadi kawan, mau
koran? : )

Iya mau... next time kalo lewat lampu merah tak sempetin beli. hihihi :D
BalasHapusLuar byasaahh