Aku teringat mereka yang datang dan pergi,
yang menangis dan yang tertawa,
yang membuka dan membanting pintu.
Aku ingat mereka yang tiba-tiba hadir namun tak pernah kembali,
yang menawarkan dan menutupi,
yang meminta dan memberi.
Aku masih ingat pada mereka yang memuji dan mencaci,
pada waktu yang tak pernah bisa dimengerti,
yang hilang dan pergi.
Pada kunci terdalam di kotak hati, maka perasaanku adalah nomor seribu seratus yang bisa aku pahami sendiri, setelah yang lain, yang lain dan yang lain.
Nanti saja, untukku.
yang menangis dan yang tertawa,
yang membuka dan membanting pintu.
Aku ingat mereka yang tiba-tiba hadir namun tak pernah kembali,
yang menawarkan dan menutupi,
yang meminta dan memberi.
Aku masih ingat pada mereka yang memuji dan mencaci,
pada waktu yang tak pernah bisa dimengerti,
yang hilang dan pergi.
Pada kunci terdalam di kotak hati, maka perasaanku adalah nomor seribu seratus yang bisa aku pahami sendiri, setelah yang lain, yang lain dan yang lain.
Nanti saja, untukku.
Komentar
Posting Komentar