nikah/ni·kah/ n ikatan (akad) perkawinan yang dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum dan ajaran agama: hidup sebagai
menikah/me·ni·kah/ v melakukan nikah
pernikahan/per·ni·kah·an/ n 1 hal (perbuatan) nikah; (kbbi)
Akhir-akhir ini sering kudengar kata jodoh, menikah dan pernikahan. Bukan hal yang asing sebenarnya di telinga, karena entah apa (sepertinya faktor usia dan kedewasaan 😂) membuat banyak reuni dan perkumpulan membicarakan masalah yang satu ini.
Jika pernah ku ceritakan maka sebagian teman-teman perempuanku tak semuanya ingin mernikah pada usia muda, sebagian memilih kematangan emosi dan finansial sebagai alasan lain, sebagian lagi memilih tidak tau mungkin karena belum memiliki bayangan.
Jangan tanya tentang aku nanti juga kau tau sendiri. Bagiku menikah adalah sebuah ikatan yang melibatkan dua buah keluarga, biar ku tekankan lagi pada kata keluarga. Keluarga memiliki banyak anggota, ada orang tua, saudara, om - tante, kakek - nenek jika masih ada dan banyak sebutan lainnya untuk keluarga. Nama-nama tersebut adalah orang-orang yang kelak akan kita libatkan dalam kehidupan kita baik secara langsung maupun tak langsung. Ohh yaa mereka juga memiliki andil dalam urusan jodoh dan nikah menikah ini. Jika kusebut keluarga maka ia biasanya merasa memiliki dan pada sisi memiliki ini akam banyak keluarga yang buka mulut tentang pemilihan jodoh 😂😂
Biar kuberitahu jika bahagia selalu memiliki dua sisi, pada bahagia kita sendiri dan bahagia menurut definisi orang-orang terdekat kita. Belum tentu pilihan kita membuat orang lain bahagia dan pilihan orang lain membuat kita juga bahagia. Sebentar ini masih mau ngomongin tentang menikah kan? Sepertinya aku mulai kemana-mana.
Sebenarnya yang ingin aku tuliskan dan tanyakan adalah "keanggunan dalam penantian". Ya ampun, ini berlebihan namanya, tapi sungguh, aku tau dalam usia gamang banyak yang menanti seseorang untuk menjadi pelabuhan, tambatan hati dan teman berbagi. Oke 👌👌 ^^
Tapi.. aku cukup sedih ketika kalimat penantian seringkali di umbar dalam " status" yang katanya "kode keras" 😂😂😂 duhh kayaknya aku lahir di jaman batu dimana orang bisa katarsis dimana aja dan seenaknya, tapi aku malah penuh pertanyaan-pertanyaan aneh.
Loh itu kan hak setiap orang untuk mengungkapkan isi hati, menuliskan apa yang dia inginkan? Iyaaak betuuul, tapi apakah tidak sebaiknya harapan-harapan yang baik dapat dirangkai dengan kalimat yang lebih indah, atau dibawa dalam setiap sujud dan doa?
Aku pingin nunjukin kalau aku sudah siap lahir batin makanya kasih kode keras! Eaaak sukaaaa 😘😘 Boleeeeh, syenang rasanya kalau dengar sudah siap lahir batin, langsung deketin anaknya plus keluarganya aja gimana? Syahdu bener ^^
Alahhh sudah pertanyaan dan celotehannya, masih suka vulgar juga sama minta jodohnya 😅😅. Ahh iya sekarang mau sopan aja kalau kode kerasnya 😒😒😒.
Ahh jadi ingat juga kalau sebagain teman-temanku meributkan hal yang satu ini "aku takut menikah, kalau aku bertemu sama orang yang salah dan aku terjebak sama dia seumur hidupku gimana?". Jika ku baca tafsir dalam kitabku maka kutemukan "laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik dan sebaliknya" maka .... bersambung aja deh ceritanya biar jadi bagian yang lainnya insyaAllah.
🐣🐣🐣
Komentar
Posting Komentar