Aku selalu bertanya-tanya, apa yang akan terjadi jika aku mengenalmu lebih dekat 3 tahun lalu atau 3 tahun yang akan datang. Lalu pikiranku berputar pada catatan-catatan harianku, ahh untung sering ku catat apa yang terjadi pada diriku tentang kemarin, sayang catatanku tak banyak menuliskan masa depan, tapi aku tak perlu khawatir, toh jalan masa depan telah menjadi takdir. Semuanya sama, seperti ketika ku buka catatan-catatan hari kemarin, yang membuatku tertawa, bertanya, lalu tertawa-tawa lagi.
Ternyata, tak ada yang perlu di khawatirkan, toh, yang kemarin terjadi tidak membuatku 'mati', tak membuatku 'sakit hati'. Halah, masalah perasaan lagi, terlalu perasa -- bukan, ini hanya terlalu ingin menggambarkannya.
Setelah begitu banyak hal yang tak perlu di khawatirkan, ternyata membaca catatan kemarin membuatku mampu kembali menengok dan mengingat apa yang seharusnya ku cari, apa yang seharusnya ku temukan. Tenang saja, menjadi diri sendiri selalu lebih menyenangkan. Jika nanti beberapa kepala tak menyukaimu, santai saja, mereka tak akan membuat luka tanpa kau ijinkan dalam perasaanmu.
Apalagi? Apalagi jika bukan bersyukur karena banyak hal yang terjadi kemarin merupakan penguat langkah. Apalagi? Apalagi jika bukan, tak perlu khawatir yang berlebihan. Cuma kamu yang bisa mengukur kapasitasmu, cuma kamu yang benar-benar tahu.
Lalu pertanyaan mengenal kapan, dimana, dengan siapa bukanlah detail yang pantas untuk dipertanyakan dan dijawab pada hari ini, karena pintu rahasia tak bisa diintip untuk saat ini. Iya begitu saja, toh kamu malah tertawa sendiri dengan catatan-catatan yang sudah di goreskan sendiri.
Tetap begitu, tetap begitu saja kecuali kau inginkan yang lebih baik untuk masa depanmu. Jadi? Jangan cuma begitu, berusahalah, yakini apa-apa yang baik yang bisa diusahakan untuk waktu yang akan datang.
Ternyata, tak ada yang perlu di khawatirkan, toh, yang kemarin terjadi tidak membuatku 'mati', tak membuatku 'sakit hati'. Halah, masalah perasaan lagi, terlalu perasa -- bukan, ini hanya terlalu ingin menggambarkannya.
Setelah begitu banyak hal yang tak perlu di khawatirkan, ternyata membaca catatan kemarin membuatku mampu kembali menengok dan mengingat apa yang seharusnya ku cari, apa yang seharusnya ku temukan. Tenang saja, menjadi diri sendiri selalu lebih menyenangkan. Jika nanti beberapa kepala tak menyukaimu, santai saja, mereka tak akan membuat luka tanpa kau ijinkan dalam perasaanmu.
Apalagi? Apalagi jika bukan bersyukur karena banyak hal yang terjadi kemarin merupakan penguat langkah. Apalagi? Apalagi jika bukan, tak perlu khawatir yang berlebihan. Cuma kamu yang bisa mengukur kapasitasmu, cuma kamu yang benar-benar tahu.
Lalu pertanyaan mengenal kapan, dimana, dengan siapa bukanlah detail yang pantas untuk dipertanyakan dan dijawab pada hari ini, karena pintu rahasia tak bisa diintip untuk saat ini. Iya begitu saja, toh kamu malah tertawa sendiri dengan catatan-catatan yang sudah di goreskan sendiri.
Tetap begitu, tetap begitu saja kecuali kau inginkan yang lebih baik untuk masa depanmu. Jadi? Jangan cuma begitu, berusahalah, yakini apa-apa yang baik yang bisa diusahakan untuk waktu yang akan datang.
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus