Langsung ke konten utama

Lembar Catatan

Aku selalu bertanya-tanya, apa yang akan terjadi jika aku mengenalmu lebih dekat 3 tahun lalu atau 3 tahun yang akan datang. Lalu pikiranku berputar pada catatan-catatan harianku, ahh untung sering ku catat apa yang terjadi pada diriku tentang kemarin, sayang catatanku tak banyak menuliskan masa depan, tapi aku tak perlu khawatir, toh jalan masa depan telah menjadi takdir. Semuanya sama, seperti ketika ku buka catatan-catatan hari kemarin, yang membuatku tertawa, bertanya, lalu tertawa-tawa lagi.

Ternyata, tak ada yang perlu di khawatirkan, toh, yang kemarin terjadi tidak membuatku 'mati', tak membuatku 'sakit hati'. Halah, masalah perasaan lagi, terlalu perasa -- bukan, ini hanya terlalu ingin menggambarkannya.

Setelah begitu banyak hal yang tak perlu di khawatirkan, ternyata membaca catatan kemarin membuatku mampu kembali menengok dan mengingat apa yang seharusnya ku cari, apa yang seharusnya ku temukan. Tenang saja, menjadi diri sendiri selalu lebih menyenangkan. Jika nanti beberapa kepala tak menyukaimu, santai saja, mereka tak akan membuat luka tanpa kau ijinkan dalam perasaanmu.

Apalagi? Apalagi jika bukan bersyukur karena banyak hal yang terjadi kemarin merupakan penguat langkah. Apalagi? Apalagi jika bukan, tak perlu khawatir yang berlebihan. Cuma kamu yang bisa mengukur kapasitasmu, cuma kamu yang benar-benar tahu.

Lalu pertanyaan mengenal kapan, dimana, dengan siapa bukanlah detail yang pantas untuk dipertanyakan dan dijawab pada hari ini, karena pintu rahasia tak bisa diintip untuk saat ini. Iya begitu saja, toh kamu malah tertawa sendiri dengan catatan-catatan yang sudah di goreskan sendiri.

Tetap begitu, tetap begitu saja kecuali kau inginkan yang lebih baik untuk masa depanmu. Jadi? Jangan cuma begitu, berusahalah, yakini apa-apa yang baik yang bisa diusahakan untuk waktu yang akan datang.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Routine

Apakah rutinitas adalah hal yang patut untuk di kutuki dan dicaci-maki oleh banyak orang?  Beberapa orang menganggap bahwa rutinitas adalah hal yang membosankan, tidak seru. Iya, kurang lebih memang begitu. Mengerjakan hal yang sama berulang-ulang, tidak menantang. Tapi, apakah benar-benar begitu?  Bagi beberapa yang percaya bahwa, pada setiap hari yang baru akan ada perjalanan yang baru pula untuk dinikmati dan dihargai. Rutinitas bukanlah sebuah masalah. Bahkan setiap orang yang sama yang kita temui setiap hari, sebenarnya juga telah berubah. Suasana hatinya, pakaiannya, ekspresinya, tidak semuanya, beberapa saja, tapi bukankah perubahan juga merupakan suasana yang baru? Ya, meskipun perubahan tak dapat terlihat satu dua kali. Dalam bentuk grafis-pun perubahan sedikit demi sedikit tak akan terlihat. Setelah satu dua bulan - satu dua tahun barulah perubahan yang signifikan dapat dinilai.  Balik lagi ke 'routine'. Bagiku rutinitas juga merupakan sebuah pengua...

Berkunjung

Namanya juga berkunjung, hal yang kulakukan berkala, kala rindu dan kala ingin datang.  Tempat ini adalah salah satu tempat yang kita sepakati bersama selang beberapa hari kita berkenalan, ternyata kau juga suka menyepi disana dengan maupun tanpa kawan. Hey, aku juga suka, lalu kita sepakati jika kita akan sering-sering berkunjung kesana. Selang waktu berlalu dan seiring perubahan yang terjadi padanya, aku masih suka berkunjung kemari, dengan kawan maupun sendirian, sekedar melepas panat dan melihat keramaian. Aku masih suka kemari, bangku-bangku ini menjadi saksi pada sudut padang kenanganku dan kenanganmu. Aku masih ingat, di ujung sana pertama kalinya kita mencocokan karya yang paling kita suka, lalu di ujung sebelah sana dekat pintu keluar, adalah kenanganku sendiri akan sebuah pesan yang kau sematkan. Aku masih suka berkunjung kemari, sekedar menghirup aroma teh hijau atau memesan coklat panas. Sambil memeperhatikan orang-orang yang lalu lalang, ku abadikan send...

Cerita Perempuan 2

Mungkin nanti aku yang akan tersenyum sekaligus menangis melepaskan kepergianmu. Bukankah kehidupan memang begitu? 'people come and go in our life' tapi hanya akan ada beberapa yang membekas dan meninggalkan jejak berarti dalam hidupmu. Entah itu manis, pahit, bahagia, canda, tawa bahkan tangis. Mungkin nanti aku yang akan paling menunggu saat pintu kamarku terbuka lebar tapi kau tak datang untuk berbagi cerita, buku yang kau baca - buku yang kubaca. Lalu kita tertawa menertawakan kebodohan kita atas 'judging people by appearance' padahal kita saling tau jika, kita pun tak sempurna. Diskusi dari buku sampai ke batu kita bahas sampai habis. Kita pikir tak ada orang sehina ini diluar sana untuk menertawakan kebodohan kita sendiri. Menertawan mimpi kita untuk terwujud - tidak terwujud. Menyalahkan diri sendiri jika kita tak bergerak untuk melakukan sesuatu. Mungkin nanti tak akan ada bunga yang bisa aku pinjam lagi, tak ada lukisan yang akan ku cerca lagi, tak ada...