Hidupku terkadang juga secangkir teh panas yang kau seduh di kala senja tiba,
hidupku terkadang adalah sepotong red velvet yang kau nikmati sambil berbagi cerita.
Hidupku, terkadang juga menjadi sepotong lirik dalam sebuah lagu yang berputar-putar dalam kepalamu.
Terkadang, hidupku juga adalah sepenggal dari naskah yang kau baca-baca hingga diluar kepala.
Kadang kala menjadi seperti surga juga neraka tapi lebih sering tidak kedua-duanya.
Hidupku juga terkadang menjadi bagian yang terbuka, sama seperti halaman 47 yang sedang kau coba baca namun tak mampu memaknai detail setiap kata-katanya.
Hidupku juga, kadang sepotong senja yang sering dinanti-nantikan jingganya lalu terlupakan, seperti kau pernah mengingat jingga yang lalu.
Berhenti dulu, nikmati saja sepotong kue yang sedang ku suguhkan, boleh kau mulai dari pinggir sampai tengahnya, jangan lupa coklat dan kejunya kau habiskan.
Hidupku juga, untuk melengkapi red velvetmu di sore ini.
hidupku terkadang adalah sepotong red velvet yang kau nikmati sambil berbagi cerita.
Hidupku, terkadang juga menjadi sepotong lirik dalam sebuah lagu yang berputar-putar dalam kepalamu.
Terkadang, hidupku juga adalah sepenggal dari naskah yang kau baca-baca hingga diluar kepala.
Kadang kala menjadi seperti surga juga neraka tapi lebih sering tidak kedua-duanya.
Hidupku juga terkadang menjadi bagian yang terbuka, sama seperti halaman 47 yang sedang kau coba baca namun tak mampu memaknai detail setiap kata-katanya.
Hidupku juga, kadang sepotong senja yang sering dinanti-nantikan jingganya lalu terlupakan, seperti kau pernah mengingat jingga yang lalu.
Berhenti dulu, nikmati saja sepotong kue yang sedang ku suguhkan, boleh kau mulai dari pinggir sampai tengahnya, jangan lupa coklat dan kejunya kau habiskan.
Hidupku juga, untuk melengkapi red velvetmu di sore ini.
Komentar
Posting Komentar