Langsung ke konten utama

Would You Mind to Help Me, Please?


Berdasarkan penelitian yang saya lakukan dikamar kostan saya, pada objek (variabel tetap) yang sangat kecil yaitu semut-semut imut pada variabel berubah yaitu, makanan yang tersedia, semut-semut imut lebih memilih untuk mengerubungi air bukan makanan yang manis-manis termasuk tidak memilih mengerubungi saya (ehh maaf ^^v) hal ini cukup membuat saya bingung dan terganggu, karena kadang ada semut-semut yang masuk kegelas atau mencoba masuk ke dalam air yang ada di dalam galon.

Muncul pertanyaan dibenak saya, apakah hal ini terjadi karena mereka juga kepanasan seperti apa yang saya rasakan? Akhir-akhir ini saya merasa adanya perubahan suhu yang cukup mengagetkan, terutama di Jogja. Mungkin di Indonesia atau di seluruh belahan dunia juga (seperti berita yang saya baca pada NEW YORK Times edisi 06/05/14 dengan judul Climate Change Study Finds U.S Is Already Widely Affected). Jadi suhu permukaan bumi semakin panas yaa? Ya, yang saya rasa demikian. Kamu? ^^v

Saya tidak bisa membayangkan apabila seluruh es yang ada di kutub utara maupun selatan mencair. Saya tidak bisa membayangkan apabila ½ daratan di permukaan bumi akan tertutup oleh air. Lalu dimana kita akan tinggal? Pernahkan anda membayangkannya dan sedikit saja peduli untuk menjaga bumi kita?

Kata orang bumi kita sedang demam, saya sudah mengenal istilah global warming sejak SMP. Saya paham, perubahan cuaca dan suhu ini akan sangat merugikan untuk kehidupan manusia. Katanya, “kita canangkan penanaman 1000 pohon”, “kita jaga bumi kita”. Tapi mana nyatanya? Cuma kata. Karena nyatanya, bumi kita semakin sakit dari hari kehari. Kalau permukaan bumi sudah semakin parah baru deh kita menyesal (ahh memang begitu, penyesalan selalu datang belakangan). ^^v

Saya memang bukan duta lingkungan, bukan anak pecinta alam, tapi saya peduli dengan masa depan. Apa jadinya kalau bumi kita sudah terlanjur rusak, sinar UV bisa dengan seenaknya menerobos atmosfer, banjir bisa terjadi dimana-mana, kehilangan daratan untuk tinggal, kita mau apa? Mau diam saja? Kalau hanya saya yang berbicara, sendirian, apa dong efeknya ke permukaan bumi kita :’( 1 banding sekian milyar penduduk dunia. Sediiih..

Gaes tapi jangan khawatir, ada kok, ada, ada hal yang bisa kita lakukan dari yang sederhana sampai yang butuh masa. Jangan cemas, tetap tenang dan berdoa. Nih aku kasih tau caranya, tapi dilakukan yaa tolooong bantu jaga bumi kita.

1. Buang sampah pada tempatnya gaess, ini penting ini! Jangan biarkan sampah menumpuk dimana-mana kotooor!!! (intermezo okay ini caranya baca nomor dua sampai bawah ya, please) J

2. Matikan alat elektronik yang tidak dgunakan, sekecil charge hp yang nggak kamu lepas ketika nggak dipakai. Sepele. Matikan lampu kalau kamu nggak butuh. Sinar matahari masih cukup kan untuk menerangi hatimu ?  (ehh maaf ^^v). Jangan dikira pakai alat listrik dan elektronik gak ngefek ke global warming. Itu alat-alat listrik di pabriknya sana, pakai bahan bahar yang ngebuang CO2 ke udara, gaes. Udah tau belom kalau CO2 itu bahaya buat atmosfer kita? Belum tau? Searching sendiri yaa J

3. Hemat air, jangan buang-buang air lah, mandi secukupnya aja. Nggak perlu showeran waktu galau :’( kenapa? Diujung bagian bumi sana banyak orang yang kekurangan air gaes. Kalau airnya kita habis-habiskan nanti yang diujung sana nggak dapet air bersih dari kita gimana? :’(

4. Tutup jendela waktu pakai AC, kenapa? Kenapa harus? Ini dianjurkan dan lebih baik dilaksanakan ^^. Karena AC menghasilkan gas yang bernama Freon yang akan membuat lapisan ozon berlubang. Nggak tau freon? Searching sendiri yaa, karena disini nggak akan ada penjelasan mengenai gas-gas tersebut. :D ada juga metana yang berbahaya bagi lapisan ozon, karena dapat juga melubanginya. Tapi gas ini relatif sedikit dihasilkannya dibandingkan dengan CO2 yang lebih banyak diproduksi oleh kegiatan sehari-hari manusia.

5. Jalan. Daripada harus ngeluarin kendaraan pilih jalan aja ya gaes. Ini penting banget lho, sesederhana jalan kalian sudah menguraingi 0,000001% pembuangan CO2 ke udara (persentase logika, jangan dimasukkan dalam jurnal maupun penelitian ^^v) tapi ini serius. Jalan itu juga untuk olahraga kan? Jadi yaa, jangan dikit-dikit buang CO2 ke udara, sayang kan sama bumi kita? J

6. Menanam pohon, satu pohon satu orang buat mengurangi emisi CO2 dan memperbanyak O2 yang dihasilkan oleh tanaman. Kalau kamu sanggup ajak masa untuk menanam pohon, jangan ngajak demo terus! ^^v Nggak sanggup juga? Minimal janganlah ikut-ikutan nebangin pohon kalau nggak terpaksaaaaa banget, yaa jangan. J

7. Ini sederhana yang terakhir, sesederhana ... nggak pakai plastik terlalu banyak. Gaes plastik itu nggak bisa diuraikan sama tanah, mau beribu tahun juga begitu bentuknya tetep sama, susah benget untuk diuraikan, walaupun udah ada plasti ramah lingkungan dll dsb tapiusahakan minimalkan deh penggunaan plastik. Kan sekarang udah ada teknologi merecycle plastik ? Sip, bener banget, tapi apa yakin di pabriknya recycle plastik nggak akan buang emisi gas CO2? Bawa tas sendiri buat belanja, usahakan tas kain yang bisa dipakai berkali-kali.

Panjang dan lebar sudah aku menulis masalah proses pemanasan suhu pemukaan bumi. Cari sendiri key word-nya di google yaa, banyak banget gaes. Dari prosesnya, efeknya, sampai perubahan cuacanya, semuanya ada. Aku Cuma mau memaparkan apa yang bisa kita lakukan sebelum kita menyesal sendiri nantinya. Tapi, perubahan nggak akan cepat terjadi kalau aku cuma sendiri nglakuinnya. Nggak akan bisa gaes, jadi tolong siapapun yang baca tulisan ini, renungkan baik-baik, sebarkan infonya dan lakukan sebisa mungkin apa yang bisa kita lakukan. Semoga bumi kita semakin hari semakin hijau, nyaman, tentram, damai, dan adhem.





_mutiara_

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Routine

Apakah rutinitas adalah hal yang patut untuk di kutuki dan dicaci-maki oleh banyak orang?  Beberapa orang menganggap bahwa rutinitas adalah hal yang membosankan, tidak seru. Iya, kurang lebih memang begitu. Mengerjakan hal yang sama berulang-ulang, tidak menantang. Tapi, apakah benar-benar begitu?  Bagi beberapa yang percaya bahwa, pada setiap hari yang baru akan ada perjalanan yang baru pula untuk dinikmati dan dihargai. Rutinitas bukanlah sebuah masalah. Bahkan setiap orang yang sama yang kita temui setiap hari, sebenarnya juga telah berubah. Suasana hatinya, pakaiannya, ekspresinya, tidak semuanya, beberapa saja, tapi bukankah perubahan juga merupakan suasana yang baru? Ya, meskipun perubahan tak dapat terlihat satu dua kali. Dalam bentuk grafis-pun perubahan sedikit demi sedikit tak akan terlihat. Setelah satu dua bulan - satu dua tahun barulah perubahan yang signifikan dapat dinilai.  Balik lagi ke 'routine'. Bagiku rutinitas juga merupakan sebuah pengua...

Berkunjung

Namanya juga berkunjung, hal yang kulakukan berkala, kala rindu dan kala ingin datang.  Tempat ini adalah salah satu tempat yang kita sepakati bersama selang beberapa hari kita berkenalan, ternyata kau juga suka menyepi disana dengan maupun tanpa kawan. Hey, aku juga suka, lalu kita sepakati jika kita akan sering-sering berkunjung kesana. Selang waktu berlalu dan seiring perubahan yang terjadi padanya, aku masih suka berkunjung kemari, dengan kawan maupun sendirian, sekedar melepas panat dan melihat keramaian. Aku masih suka kemari, bangku-bangku ini menjadi saksi pada sudut padang kenanganku dan kenanganmu. Aku masih ingat, di ujung sana pertama kalinya kita mencocokan karya yang paling kita suka, lalu di ujung sebelah sana dekat pintu keluar, adalah kenanganku sendiri akan sebuah pesan yang kau sematkan. Aku masih suka berkunjung kemari, sekedar menghirup aroma teh hijau atau memesan coklat panas. Sambil memeperhatikan orang-orang yang lalu lalang, ku abadikan send...

Cerita Perempuan 2

Mungkin nanti aku yang akan tersenyum sekaligus menangis melepaskan kepergianmu. Bukankah kehidupan memang begitu? 'people come and go in our life' tapi hanya akan ada beberapa yang membekas dan meninggalkan jejak berarti dalam hidupmu. Entah itu manis, pahit, bahagia, canda, tawa bahkan tangis. Mungkin nanti aku yang akan paling menunggu saat pintu kamarku terbuka lebar tapi kau tak datang untuk berbagi cerita, buku yang kau baca - buku yang kubaca. Lalu kita tertawa menertawakan kebodohan kita atas 'judging people by appearance' padahal kita saling tau jika, kita pun tak sempurna. Diskusi dari buku sampai ke batu kita bahas sampai habis. Kita pikir tak ada orang sehina ini diluar sana untuk menertawakan kebodohan kita sendiri. Menertawan mimpi kita untuk terwujud - tidak terwujud. Menyalahkan diri sendiri jika kita tak bergerak untuk melakukan sesuatu. Mungkin nanti tak akan ada bunga yang bisa aku pinjam lagi, tak ada lukisan yang akan ku cerca lagi, tak ada...