Menjadi bernama malam bukan sebuah pilihan, bukan juga sebuah alasan.
Mungkin ia merupakan peninggalan.
Sungguh aku merasa menjadi bagian dari malam, tapi bukan kelam.
Dalam malam sendiri kuakui, riuh ramai bising besi asing terasa begitu mencekam dari pada suara angin, binatang malam maupun suara-suara halus yang hanya mampu kau dengar ketika semua diam.
Mungkin karena bagian malam-malamku yang panjang banyak ku habiskan di antara riuhnya keindahan alam, ahh memang gadis desa.
Diantara segala malam, waktu tengah malam menuju pagi menjadi waktu yang paling aku nanti untuk sekedar merasa bahwa aku ada di antara sepinya waktu, merasa begitu damai dan nyata diantara mereka yang sedang sibuk dalam karya tak nyata.
Mungkin aku hanya merindu malam yang benar-benar malam.
Mungkin ia merupakan peninggalan.
Sungguh aku merasa menjadi bagian dari malam, tapi bukan kelam.
Dalam malam sendiri kuakui, riuh ramai bising besi asing terasa begitu mencekam dari pada suara angin, binatang malam maupun suara-suara halus yang hanya mampu kau dengar ketika semua diam.
Mungkin karena bagian malam-malamku yang panjang banyak ku habiskan di antara riuhnya keindahan alam, ahh memang gadis desa.
Diantara segala malam, waktu tengah malam menuju pagi menjadi waktu yang paling aku nanti untuk sekedar merasa bahwa aku ada di antara sepinya waktu, merasa begitu damai dan nyata diantara mereka yang sedang sibuk dalam karya tak nyata.
Mungkin aku hanya merindu malam yang benar-benar malam.
Komentar
Posting Komentar