Detik berdenting berdetak detik menuju pukul tuju,
suara gemuruh hujan masih sama masih terdengar merdu di telingaku jauh lebih merdu dari yang pernah aku dengar sebelumnya.
Lama kuperhatikan hingga menjadi, suara yang bergemuruh sampai riuh.
Ini fatamorgana atau realita hingga aku tak mampu mengingat waktu pada yang nyata.
Mungkin ini aku yang mencoba untuk mengingat arah utara dan selatan, meminta pertemuan pada penghujung jalan. Rasanya seperti ada kupu-kupu merah dan kuning dalam perutku membuatku semakin geli bahwa yang kuinginkan-pun akan hanyut terbawa derasnya air hujan.
suara gemuruh hujan masih sama masih terdengar merdu di telingaku jauh lebih merdu dari yang pernah aku dengar sebelumnya.
Lama kuperhatikan hingga menjadi, suara yang bergemuruh sampai riuh.
Ini fatamorgana atau realita hingga aku tak mampu mengingat waktu pada yang nyata.
Mungkin ini aku yang mencoba untuk mengingat arah utara dan selatan, meminta pertemuan pada penghujung jalan. Rasanya seperti ada kupu-kupu merah dan kuning dalam perutku membuatku semakin geli bahwa yang kuinginkan-pun akan hanyut terbawa derasnya air hujan.
Komentar
Posting Komentar