Cintamu sempurna.
Bagikan embun yang menggelayut lembut pada rumput, memantulkan kilau pada semburat cerah di pagi merah.
Seperti harta yang terkubur dalam lautan merah tak terjamah.
Cintamu sempurna.
Menggaung megah hingga purnama.
Meredam angkasa.
Papa,
aku selalu yakin bahwa cintamu sempurna, tanpa cela.
Pada setiap detik waktu yang bergulir aku percaya cintamu kan selalu ada.
Pada setiap tetes darah yang mengalir, kasihmu selalu menyala dalam perlindungan berbalut doa, dalam rindu yang tak teraba.
Entah mengapa, aku begitu kalut dan takut kehilangan kemegahan cintamu, Papa.
Papa,
bagaimana jika suatu saat nanti tak ada suara yang bertanya sedang apa?
Tak ada dering yang menyapa.
Bagaimana jika pesan cinta tak lagi bermedia?
Papa, hingga pagi dan malam lagi aku ingin kembali selalu begitu hingga rasanya cukup diri ini untuk merasa berbakti.
Bagikan embun yang menggelayut lembut pada rumput, memantulkan kilau pada semburat cerah di pagi merah.
Seperti harta yang terkubur dalam lautan merah tak terjamah.
Cintamu sempurna.
Menggaung megah hingga purnama.
Meredam angkasa.
Papa,
aku selalu yakin bahwa cintamu sempurna, tanpa cela.
Pada setiap detik waktu yang bergulir aku percaya cintamu kan selalu ada.
Pada setiap tetes darah yang mengalir, kasihmu selalu menyala dalam perlindungan berbalut doa, dalam rindu yang tak teraba.
Entah mengapa, aku begitu kalut dan takut kehilangan kemegahan cintamu, Papa.
Papa,
bagaimana jika suatu saat nanti tak ada suara yang bertanya sedang apa?
Tak ada dering yang menyapa.
Bagaimana jika pesan cinta tak lagi bermedia?
Papa, hingga pagi dan malam lagi aku ingin kembali selalu begitu hingga rasanya cukup diri ini untuk merasa berbakti.
Komentar
Posting Komentar