Langsung ke konten utama

Dunia Anak


Akhir-akhir ini waktuku banyak di isi oleh senyum, tawa dan rengekan dari mereka. Lucu, satu kata yang sepertinya mampu medeskripsikan mereka. Sebelumnya, nggak pernah kepikiran untuk secepat ini duduk sama anak-anak untuk belajar bersama, tapi ternyata kesempatan berkata lain. Dari sini, saat duduk bersama mereka aku lebih banyak belajar tentang memahami dunia anak-anak. Tentang ketakutan dan ketertarikan terhadap hal baru yang ternyata bisa di atasi dengan kalimat menenangkan dari orang tua, teman dan mereka yang lebih dewasa.

Baiklah, paragraf diatas hanya awalan pada isi judul yang akan diceritakan sebenarnya. Look and see my partner in the video. I don't need to tell you who he is yet he's famous enough in Yogyakarta. The point is, he has to go and leave the babies. Well, people come, grow and sometimes go. He is going to greet his better future. But do babies know that those are the last good bye for them? No, they don't. Actually I'm affected by how he's cudlling the babies. They don't understand that he'll never see the Prof anymore thoght perhaps he's the most favorite Prof for them.

Banyak dari kita (I assume as adult and parent) yang menutup-nutupi kegelisahan dan kesedihan dari anak-anak. Seolah-olah bahwa dunia ini memang sempurna. Seolah-olah kesedihan adalah tabu bagi mereka. Tapi benarkan anak-anak juga tidak merasa sedih atau kecewa saat ia kehilangan? Kehilangan mainan misalnya, merasa takut saat orang tua pergi misalnya. Sampai akhirnya mereka  dewasa dan mengetahui secara pasti bahwa banyak 'kepahitan' di dunia yang harus di hadapi oleh setiap manusia.  

Bagiku adalah tidak apa-apa mendengar dan melihat sisi kepahitan dari dunia anak-anak. Mungkin mereka memang masih terlalu kecil dan lebih pantas melihat dunia secara sempurna, tetapi dengan pengertian yang cukup dan pantas mereka mampu memahami apa yang kita ucapkan. Dari situ mereka akan belajar. Apakah merupakan hal yang tabu untuk mengajarkan anak-anak menjadi lebih 'kuat' sejak kecil ? ^^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Routine

Apakah rutinitas adalah hal yang patut untuk di kutuki dan dicaci-maki oleh banyak orang?  Beberapa orang menganggap bahwa rutinitas adalah hal yang membosankan, tidak seru. Iya, kurang lebih memang begitu. Mengerjakan hal yang sama berulang-ulang, tidak menantang. Tapi, apakah benar-benar begitu?  Bagi beberapa yang percaya bahwa, pada setiap hari yang baru akan ada perjalanan yang baru pula untuk dinikmati dan dihargai. Rutinitas bukanlah sebuah masalah. Bahkan setiap orang yang sama yang kita temui setiap hari, sebenarnya juga telah berubah. Suasana hatinya, pakaiannya, ekspresinya, tidak semuanya, beberapa saja, tapi bukankah perubahan juga merupakan suasana yang baru? Ya, meskipun perubahan tak dapat terlihat satu dua kali. Dalam bentuk grafis-pun perubahan sedikit demi sedikit tak akan terlihat. Setelah satu dua bulan - satu dua tahun barulah perubahan yang signifikan dapat dinilai.  Balik lagi ke 'routine'. Bagiku rutinitas juga merupakan sebuah pengua...

Berkunjung

Namanya juga berkunjung, hal yang kulakukan berkala, kala rindu dan kala ingin datang.  Tempat ini adalah salah satu tempat yang kita sepakati bersama selang beberapa hari kita berkenalan, ternyata kau juga suka menyepi disana dengan maupun tanpa kawan. Hey, aku juga suka, lalu kita sepakati jika kita akan sering-sering berkunjung kesana. Selang waktu berlalu dan seiring perubahan yang terjadi padanya, aku masih suka berkunjung kemari, dengan kawan maupun sendirian, sekedar melepas panat dan melihat keramaian. Aku masih suka kemari, bangku-bangku ini menjadi saksi pada sudut padang kenanganku dan kenanganmu. Aku masih ingat, di ujung sana pertama kalinya kita mencocokan karya yang paling kita suka, lalu di ujung sebelah sana dekat pintu keluar, adalah kenanganku sendiri akan sebuah pesan yang kau sematkan. Aku masih suka berkunjung kemari, sekedar menghirup aroma teh hijau atau memesan coklat panas. Sambil memeperhatikan orang-orang yang lalu lalang, ku abadikan send...

Cerita Perempuan 2

Mungkin nanti aku yang akan tersenyum sekaligus menangis melepaskan kepergianmu. Bukankah kehidupan memang begitu? 'people come and go in our life' tapi hanya akan ada beberapa yang membekas dan meninggalkan jejak berarti dalam hidupmu. Entah itu manis, pahit, bahagia, canda, tawa bahkan tangis. Mungkin nanti aku yang akan paling menunggu saat pintu kamarku terbuka lebar tapi kau tak datang untuk berbagi cerita, buku yang kau baca - buku yang kubaca. Lalu kita tertawa menertawakan kebodohan kita atas 'judging people by appearance' padahal kita saling tau jika, kita pun tak sempurna. Diskusi dari buku sampai ke batu kita bahas sampai habis. Kita pikir tak ada orang sehina ini diluar sana untuk menertawakan kebodohan kita sendiri. Menertawan mimpi kita untuk terwujud - tidak terwujud. Menyalahkan diri sendiri jika kita tak bergerak untuk melakukan sesuatu. Mungkin nanti tak akan ada bunga yang bisa aku pinjam lagi, tak ada lukisan yang akan ku cerca lagi, tak ada...