Akhir-akhir ini waktuku banyak di isi oleh senyum, tawa dan rengekan dari mereka. Lucu, satu kata yang sepertinya mampu medeskripsikan mereka. Sebelumnya, nggak pernah kepikiran untuk secepat ini duduk sama anak-anak untuk belajar bersama, tapi ternyata kesempatan berkata lain. Dari sini, saat duduk bersama mereka aku lebih banyak belajar tentang memahami dunia anak-anak. Tentang ketakutan dan ketertarikan terhadap hal baru yang ternyata bisa di atasi dengan kalimat menenangkan dari orang tua, teman dan mereka yang lebih dewasa.
Baiklah, paragraf diatas hanya awalan pada isi judul yang akan diceritakan sebenarnya. Look and see my partner in the video. I don't need to tell you who he is yet he's famous enough in Yogyakarta. The point is, he has to go and leave the babies. Well, people come, grow and sometimes go. He is going to greet his better future. But do babies know that those are the last good bye for them? No, they don't. Actually I'm affected by how he's cudlling the babies. They don't understand that he'll never see the Prof anymore thoght perhaps he's the most favorite Prof for them.
Banyak dari kita (I assume as adult and parent) yang menutup-nutupi kegelisahan dan kesedihan dari anak-anak. Seolah-olah bahwa dunia ini memang sempurna. Seolah-olah kesedihan adalah tabu bagi mereka. Tapi benarkan anak-anak juga tidak merasa sedih atau kecewa saat ia kehilangan? Kehilangan mainan misalnya, merasa takut saat orang tua pergi misalnya. Sampai akhirnya mereka dewasa dan mengetahui secara pasti bahwa banyak 'kepahitan' di dunia yang harus di hadapi oleh setiap manusia.
Bagiku adalah tidak apa-apa mendengar dan melihat sisi kepahitan dari dunia anak-anak. Mungkin mereka memang masih terlalu kecil dan lebih pantas melihat dunia secara sempurna, tetapi dengan pengertian yang cukup dan pantas mereka mampu memahami apa yang kita ucapkan. Dari situ mereka akan belajar. Apakah merupakan hal yang tabu untuk mengajarkan anak-anak menjadi lebih 'kuat' sejak kecil ? ^^
Komentar
Posting Komentar